Tren Fashion Terbaru: Dari Thrifting ke Streetwear yang Penuh Cerita

Pasar Ujohbilang yang biasanya sepi tiba-tiba ramai oleh anak muda. Mereka sibuk memilah tumpukan baju bekas impor, ada yang menemukan jaket branded atau kemeja vintage. Fenomena thrifting nggak cuma terjadi di kota besar, bahkan di pelosok kayak sini udah jadi gaya hidup sehari-hari. Aku sendiri ketagihan sejak dua tahun lalu, dan ternyata banyak yang kreatif memadukan barang second dengan aksesori kekinian. Hasilnya? Unik banget dan jauh dari kesan norak.
Gaya Fashion yang Lebih dari Sekadar Tampilan
Yang bikin tren kali ini beda, bukan cuma soal gaya tapi juga filosofi di baliknya. Anak muda sekarang lebih melek lingkungan. Daripada beli fast fashion yang cepet rusak, mending cari baju bekas berkualitas. Di Instagram sama TikTok Ujohbilang, streetwear dipadu thrift items jadi konten favorit. Hoodie oversized dicampur celana cargo bekas, plus sneakers warna ngejreng. Edgy banget dan nggak ketebak.
Sustainable fashion mulai ngefek ke toko-toko lokal juga. Temenku ada yang jualan hasil jahit ulang baju lama, ditambahin bordir tangan biar lebih aesthetic. Kuncinya di mix and match, satu item bisa dipake buat berbagai acara tinggal ganti aksesori. Jadi hemat dan nggak boros belanja tiap minggu. Komunitas daring juga pada rame barter baju, dari jaket sampe dress. Fashion sekarang nggak melulu soal merk mahal, tapi kreativitas dan kepedulian sama lingkungan.
Di Ujohbilang, bermunculan thrift shop kecil yang dikelola anak muda. Mereka nggak cuma jualan, tapi juga nawarin jasa tailoring biar bajunya pas di badan. Pemilik salah satu toko cerita kalo permintaan terus naik, apalagi pasca pandemi. Orang mulai ngerti nilai pakaian bekas yang punya cerita, bukan cuma barang produksi massal. Tren ini sejalan sama gerakan slow fashion yang lebih ngutamakan kualitas Konteks tambahan ada di fashion hijab.
Sebenernya, fashion terbaru itu soal ekspresi diri. Thrifting dan streetwear ramah lingkungan bikin siapapun bisa tampil keren tanpa harus keluar duit bangeet. Aku sendiri sekarang lebih pede pake baju bekas yang dipaduin sama barang favorit. Semoga tren positif ini terus berkembang, khususnya di kota-kecil kayak tempat tinggalku.

Sumber lanjutan: sumber resmi