Hijab Bukan Sekadar Penutup Kepala

Pekan lalu saya mampir ke lapak bazar di pinggir jalan Ujohbilang. Yang menarik perhatian bukan jualan makanan kecil, melainkan lapak kain dan aksesori hijab yang dipenuhi remaja, masih pakai seragam sekolah pun datang bergerombol. Mereka pilih warna pastel, padu-padan dengan masker motif, lalu selfi di depan etalase. Dari situ saya sadar: hijab sekarang bukan lagi penutup kepala biasa. Ia jadi medium ekspresii, ajang kreativitas, dan bagian dari identitas visual generasi baru.
Dari Kain Segi Empat ke Pashmina Instan
Dulu hijab umumnya hanya kain segi empat yang dililitkan ke kepala. Tapi komunitas online seperti hijabers community dan akun Instagram hijab style mengubah semuanya. Tutorial step-by-step muncul tiap hari: syar’i dengan brokat, pashmina jersey untuk acara formal, hijab sport untuk harian. Merek-merek lokal seperti HijUp, Rabbani, hingga Buttonscarves membanjiri pasar dengan inovasi bahan anti-ster, cutting simpel, dan pilihan warna yang bisa dipakai dari pagi sampai malam. Di media sosial, tren bergerak cepat. Dari sekadar tutorial, kini muncul gerakan #OOTDHijab, #HijabDaily, dan #MixAndMatchHijab. Mereka saling memberi inspirasi bangeet: padu padan outer polos dengan inner motif, celana kulot berpadu hijab segiempat, atau kaos oversized dengan turban. Bukan hanya soal menutup aurat, tapi juga soal kenyamanan dan rasa pede.
Fenomena ini juga terlihat di kalangan anak muda di Ujohbilang, yang dulunya hanya memakai hijab untuk acara keagamaan, kini sehari-hari bangeet terbiasa. Toko kecil di dekat pasar menjual hijab instan praktis yang tinggal tarik. Ibu-ibu muda memilih pashmina yang bisa dibentuk segitiga. Bahkan anak SMA berani bereksperimen warna mencolok seperti koral atau ungu. Semua itu menunjukkan bahwa hijab sudah jadi bagian dari identitass fashion sehari-hari.
Tentu aturan dasar berhijab tetap dijaga, tapi cara orang mendekatinya jadi lebih kreatip. Sumber seperti Wikipedia menjelaskan bahwa hijab dalam Islam bertujuan menutup aurat. Namun dalam prakteknya, ia bisa dikreasikan dengan tetap memenuhi syariat. Itulah keseimbangan yang terus diupayakan banyak perempuan muda Indonesia.
Saya ingin menutup dengan catatan sederhana: jika ingin melihat tren fashion terkini, pergilah ke lapak hijab pinggir jalan. Di sana kamu bisa menyaksikan bagaimana generasi sekarang merayakan hijab, sebagai bagian dari iman sekaligus gaya hidup Sudah saya singgung sebagian di fashion terbaru.

Sumber lanjutan: sumber resmi